Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono menerima penghargaan Bupati Entrepreneur Award 2018 kategori perdagangan (Trade) dari Mark Plus Inc dan Philip Kotler Center for ASEAN Marketing yang bekerjasama dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Rabu (5/12) di Glass House, Ritz Carlton Jakarta Pacific Place, Jakarta.

Penghargaan ini, diberikan kepada Bupati yang dinilai berhasil dalam melakukan inovasi dalam dua pilar utama Pemerintahan. Disamping itu, sebagai wujud apresiasi terhadap pola kepemimpinan yang berorientasi pada pengembangan entrepreneur di dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan.

Penghargaan tersebut diberikan langsung Founder and Chairman Mark Plus Inc, Hermawan Kartajaya dalam acara seremonial yang juga dihadiri Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop-UKM), Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

Menurut Bupati, dengan penghargaan ini akan menjadi motivasi dirinya untuk terus meningkatkan inovasi, kreatifitas dan entrepreneurship dalam memimpin Pemkab. Ngawi. “Entrepreneur itu, tidak hanya bicara pekerjaan tetapi untuk human entrepreneur,” ungkap Bupati saat ditemui disela tugasnya, Sabtu (8/11).

Dan, bisa diartikan lebih menghargai motivasi personalnya jadi tidak hanya pekerjaannya saja, “Sehingga yang muncul tidak hanya semangat tapi empati dari dalam dirinya, seperti Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop-UKM) yang mampu mengambil empati orang, nyatanya mampu memotivasi masyarakat maupun birokrat untuk bekerja lebih baik lagi,” ungkapnya.

Bupati berharap, dengan penghargaan ini mampu menjadi motivasi bagi semuanya, memiliki semangat entrepreneur dan wirausaha di Ngawi semakin berkembang dan goalnya kesejahteraan masyarakat meningkat. “Selain itu, diharapkan dengan inovasi yang telah dilakukan ini, dapat mengembangkan, dan memberikan manfaat lebih luas dan menjadi nilai tambah bagi masyarakat. Juga bisa semakin menggeliatkan semua sektor usaha di Kabupaten Ngawi,” pungkasnya.

Ada tiga aspek penilaian dalam penghargaan ini diantaranya mencakup tiga variabel utama yakni Creativity, Innovation dan Enterpreunership. Dan, keberhasilan inovasi internal meliputi kesehatan, pendidikan dan kemiskinan serta inovasi ekternal meliputi pariwisata, perdagangan dan investasi.(kominfo)