Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ngawi mengelar Rapat Koordinasi Pengendalian Kabupaten Ngawi Triwulan II tahun 2018, rapat ini dibuka secara resmi oleh Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, M. Sodiq Triwidiyanto dan kepala Bappeda Ngawi, Indah Kusuma Wardani bertempat di Gedung Kesenian pada Rabu  (1/8).

Rapat ini digelar untuk mengevaluasi penyerapan anggaran dan kineja, dimana penyerapan ini sendiri belum berjalan secara maksimal. Makanya, kegiatan juga dihadiri Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemda Ngawi, juga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dari dari masing  – masing OPD. Dalam sambutannya Bupati sampaikan jika ada kendala dalam evaluasi maka perlu dicari jalan keluarnya. “Maka saya minta ada evalusi termasuk kendalanya, namun jika kendala itu dari regulasi yang bisa membuat keraguan maka perlu ada penyerderhanaan regulasi,” ucap Bupati.

Selain itu, dalam rakor ini Bupati juga membahas keberadaan Unit Layanan Pengadaan (ULP), yang melaksanakan pengadaan barang atau jasa yang kredibel dan akuntabel juga membangun sumber daya manusia pengadaan yang berintegritas dan profesional. Bupati berharap ULP mampu menjadi wajahnya Kabupaten Ngawi dengan peraturannya yang transparan dan hingga bisa dikatakan Clean Government.

Selanjutnya, Bupati sampaikan tentang Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bahwa unsur – unsurnya diantaranya adalah usia harapan hidup yang berhubungan dengan kesehatan, kedua tentang lamanya pendidikan dan ketiga daya beli. “Nah, ketiganya ini harus kita dongkrak abis, selain itu angka harapan hidup juga harus meningkat. Termasuk lama sekolah rata-rata harus ditingkatkan, demikian pula daya beli,” tandas Bupati disela sambutannya.

Namun, ada hal yang dianggap Bupati sulit diantara ketiganya ini, yakni daya beli. Makanya perlu adanya peningkatan pembangunan pertanian, UMKM, juga perkembangan wilayah industri, “Ini akan otomatis membuat indeks pembangunan meningkat sehingga pembelipun meningkat,” Jelas Bupati

Sementara Kepala Bappeda Indah Kusuma Wardani meminta seluruh OPD untuk menyampaikan dan menginformasikan secara periodik terkait capaian target kinerja di internal masing – masing, “Karena kita sekarang yang di nilai itu tidak hanya kerja saja atau penerapan fisik dan keuangan tetapi bagaimana OPD itu mengelola Sumber Daya yang ada untuk mencapai hasil sesuai dengan perencanaan dan strategi yang sudah di buat oleh OPD sendiri,” ungkap Danik sapaan akrabnya.

Ditempat yang sama, Sekda Kabupaten Ngawi M. Sodiq Triwidiyanto mengatakan bahwa Kabupaten Ngawi harus bisa wujudkan Negeri Ngawi Ramah, diharapkan kedepannya kebutuhan masyarakat Ngawi dapat terpenuhi oleh warga Ngawi sendiri. “Jadi terwujudnya Negeri Ngawi Ramah dapat menunjukkan kemandirian masyarakat Ngawi serta tidak bergantung dengan wilayah lain,” tutur Mokh. Sodiq. Masih menurut Sekda, untuk menuju kemandirian, kemapanan melalui pengelolaan kekuatan dan potensi sumber daya yang dimiliki perlu adanya inovasi dan upaya dari semua leading sector, termasuk branding-nya. (kominfo)