Humas BKN, Satu dari delapan pasangan di dunia menikah setelah sebelumnya berkenalan melalui social media. Demikian salah satu pernyataan yang diangkat Christovita Wiloto, penulis The Power of Public Relations dan Behind Indonesia’s Headlines, dalam diskusi kehumasan yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (4/12) di Balai Kartini, Jakarta.

Pernyataan itu disampaikan Christovita untuk menggambarkan betapa aksesibel masyarakat saat ini terhadap sosial media begitu tinggi. Dan itu menjadi salah satu dasar Christovita mengajak praktisi Humas-Humas Pemerintah untuk mengoptimalkan penyebarluasan berita terkait prestasi pemerintah melalui social media.

Pernyataan itu juga diungkapkan Christovita saat menjawab salah satu kegamangan peserta diskusi yang melihat media-media di Indonesia kerap kali memiliki sikap berseberangan dengan Pemerintah. Menurut peserta tersebut, media sering terlihat mengangkat sisi-sisi negatif dari kinerja pemerintah ketimbang turut mensosialisasikan kinerja positif yang telah dilakukan.

Menegaskan jawabannya, Christovita bertutur para praktisi Humas Pemerintah bisa memanfaatkan Youtube, twitter, facebook, website, blog dan lain-lain untuk menjelaskan secara gamblang kepada masyarakat bahwa Pemerintah saat ini juga bekerja dan memiliki prestasi-prestasi yang bisa dipersembahkan kepada masyarakat. Dan Christovita meyakini sosial media tersebut saat ini juga banyak diakses oleh masyarakat sehingga sedikit banyak bisa mengimbangi berita-berita negatif yang disebarluaskan sejumlah kantor pemberitaan. (bkn.go.id)