Produk Domestik Regional PDF Print E-mail
Wednesday, 04 November 2009 19:44

1.  Produk Domestik Regional Bruto
Pembangunan ekonomi yang dilakukan sejak tahun 2000 terus mengalami kemajuan, hal ini tercermin dari meningkatnya total PDRB setiap tahunnya, baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan.

PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan
Kabupaten Ngawi Tahun 1999-2004 (Jutaan Rp)

aTahun

Harga Berlaku

Harga Konstan

2000

1.719.867,20

682.512,22

2001

1.951.722,64

695.557,90

2002

2.202.846,11

710.952,63

2003

2.459.100,09

732.126,18

2004

2.751.448,30

763.328,40

     Sumber : BPS Kab. Ngawi

Dari Tabel di atas terlihat, bahwa kenaikan PDRB tidak hanya untuk harga berlaku saja, tetapi juga untuk harga konstannya. Hal ini menunjukkan, bahwa kenaikan PDRB dari tahun 2000 hingga 2004 tidak hanya diakibatkan oleh kenaikan harga saja, tetapi juga dikarenakan adanya peningkatan produksi, sebab penghitungan PDRB atas dasar harga konstan telah menghilangkan pengaruh harga. Dengan kata lain, secara umum produktivitas berbagai sektor usaha terus mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Sampai dengan tahun 2004, total PDRB atas dasar harga berlaku mencapai 2.751.448,30 juta rupiah, artinya telah terjadi kenaikan sebesar 74,44 % dalam kurun waktu 5 tahun terakhir dari 1.577.141,94 juta rupiah pada tahun 1999.
            Melihat perkembangan dalam 5 (lima) tahun terakhir total PDRB dari tahun ke tahun mengalami peningkatan berkisar antara 10,90% sampai dengan 11.64% untuk harga berlaku, dan berkisar antara 1.01% s/d 4.29% untuk harga konstan, dan melihat dari berbagai tantangan ke depan yang masih cukup berat, maka perkembangan PDRB tahun 2006 – 2010 diproyeksikan  berkisar 12 % untuk harga berlaku dan minimal 4 % untuk harga konstan.

2.  Struktur Ekonomi
Struktur perekonomian suatu daerah dapat ditunjukkan melalui peranan  atau kontribusi sektor ekonomi yang terbentuk.  Struktur ekonomi yang dinyatakan dalam persentase, menunjukkan besarnya peranan masing-masing sektor ekonomi dalam kemampuannya menciptakan nilai tambah.
Tabel di bawah menggambarkan struktur perekonomian dari tahun 2000 sampai dengan 2004 berdasarkan 9 lapangan usaha. Nampak terlihat, bahwa sampai dengan tahun 2004, perekonomian daerah masih didominasi oleh sektor pertanian. Sumbangan sektor ini terhadap total PDRB sampai dengan tahun 2004 mencapai  40%, artinya bahwa lebih kurang 40 % dari seluruh nilai tambah dihasilkan dari sektor pertanian. Sektor pertanian menjadi sektor unggulan daerah karena sektor ini menyerap + 63% dari total penduduk yang bekerja.
Sektor lainnya yang memberi sumbangan cukup besar terhadap perekonomian daerah adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, sektor ini  menyumbang rata-rata di atas 25% dari total PDRB. Sedangkan untuk sektor jasa memberikan kontribusi antara 8,81 % s/d 10,88 %.   
 Distribusi Persentase PDRB Atas Dasar Harga Berlaku
Kab. Ngawi Tahun 2000-2004

Sektor

2000

2001

2002

2003

2004

1. Pertanian

43,69

43,04

41,87

40,15

39,35

2. Pertamb & Penggalian

0,68

0,69

0,65

0,68

0,68

3. Industri Pengolahan

6,38

6,41

6,41

6,55

6,40

4. Listrik, Gas & Air

0,66

0,74

0,81

0,89

0,89

5. Konstruksi

4,97

5,08

4,98

5,14

5,15

6. Perdag, Hotel & Rest.

25,88

25,86

26,31

27,16

27,42

7. Angkutan & Komunikasi

3,59

3,64

3,73

3,87

3,95

8. Keuangan, Persewaan & Jasa   
    Perusahaan

5,36

5,27

5,17

5,28

5,30

9. Jasa-jasa

8,01

9,27

10,08

10,27

10,88

Total

100

100

100

100

100

     Sumber : BPS Kab. Ngawi

Melihat  struktur perekonomian di atas, maka sektor pertanian,  sektor perdagangan, hotel dan restoran, dan sektor jasa masih menjadi andalan dalam pembangunan ekonomi daerah ke depan.